Tag Archives: Cagar Budaya

Save Somba Opu

 

SAVE SOMBA OPU

SAVE SOMBA OPU

Somba Opu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia. Nah di somba opo terdapad sebuah benteng,  Sejarah Singkat Benteng Somba Opu dibangun pada abad ke-15, tepatnya pada tahun 1525. Benteng ini dibangun oleh Sultan Gowa ke-IX, Daeng Matanre Karaeng Tumapa‘risi‘ Kallonna (1510-1546). Tujuan Sultan Kallonna membangun benteng ini adalah sebagai media pertahanan wilayah Kesultanan Gowa dari serangan Hindia Belanda (VOC) dan Portugis. Ketika pertama kali dibangun, benteng ini hanya terbuat dari tanah liat. Pada masa kekuasaan Sultan …

ILMUWAN Inggris, William Wallace, menyatakan, Benteng Somba Opu adalah benteng terkuat yang pernah dibangun orang nusantara. Benteng ini adalah saksi sejarah kegigihan Sultan Hasanuddin serta rakyatnya mempertahankan kedaulatan negerinya.

Pernyataan Wallace bisa jadi benar. Begitu memasuki kawasan Benteng Somba Opu, akan segera terlihat tembok benteng yang kokoh. Menggambarkan sistem pertahanan yang sempurna pada zamannya. Meski terbuat dari batu bata merah, dilihat dari ketebalan dinding, dapatlah terbayangkan betapa benteng ini amat sulit ditembus dan diruntuhkan.

Ada tiga bastion yang masih terlihat sisa-sisanya, yaitu bastion di sebelah barat daya, bastion tengah, dan bastion barat laut. Yang terakhir ini disebut Buluwara Agung. Di bastion inilah pernah ditempatkan sebuah meriam paling dahsyat yang dimiliki orang Indonesia. Namanya Meriam Anak Makassar. Bobotnya mencapai 9.500 kg, dengan panjang 6 meter, dan diameter 4,14 cm.

Sebenarnya, Benteng Somba Opu sekarang ini lebih tepat dikatakan sebagai reruntuhan dengan sisa-sisa beberapa dinding yang masih tegak berdiri. Bentuk benteng ini pun belum diketahui secara persis meski upaya ekskavasi terus dilakukan. Tetapi menurut peta yang tersimpan di Museum Makassar, bentuk benteng ini adalah segi empat.

Di beberapa bagian terdapat patok-patok beton yang memberi tanda bahwa di bawahnya terdapat dinding yang belum tergali. Memang, setelah berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Gowa yang dipimpin Sultan Hasanuddin, Belanda menghancurkan benteng ini. Selama ratusan tahun, sisa-sisa benteng terbenam di dalam tanah akibat naiknya sedimentasi dari laut.
Continue reading

Tagged , ,